lomba di surabaya
Curhat,  Jurnal

Pengalaman Lomba Sendirian di Unair Surabaya

Inilah saatnya aku bercerita mengenai diriku. Semua ini tentang perjuangan. Hari itu aku sedang tidak ada kegiatan yang memang menantangku. Sejenak aku menjelajah internet. Kemudian, disaat itulah penjalananku dimulai. Aku menemukan adanya lomba desain web di unair.

Walaupun aku berpendidikan di SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan, tetapi aku sangat suka dengan dunia internet. Aku sudah menekuni website dari sejak SMP. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mengikuti lomba tersebut.

Sebagai prosedur, pastinya aku harus meminta izin ke sekolah terlebih dahulu. Kuberikan proposalnya. Ternyata ada sesuatu yang harus dipikir-pikir.

Dalam lomba tersebut, ada 2 seleksi. Seleksi pertama yaitu seleksi jalur online dan seleksi kedua yaitu presentasi di UNAIR. Nah, adanya seleksi kedua, diharuskan aku pergi ke Unair. Pastinya aku harus mikir-mikir juga bagaimana nanti penginapan, perjalanan, dan lainnya.

Disaat itupun sekolahku tidak bisa menanggung semuanya. Katanya mereka hanya bisa 50%nya saja, sisanya aku yang nanggung. Hmm.. sejenak diotakku berpikir untuk melanjutkan saja. Selain menambah pengalaman, ini juga termasuk lomba yang aku suka.

Jadi, aku pun menerima tawaran itu. Akan tetapi, masalah selanjutnya ada lagi, yaitu aku pergi ke surabaya sendirian. Inilah yang membuatku tambah tertantang. Sebenarnya aku sih tidak masalah akan sendirian, karena aku juga ingin belajar mandiri.

Singkat cerita, saatnya berangkat pun tiba. Aku berangkat menggunakan pesawat lion air (Sebelum ada peristiwa kecelakaan jt-610 ya). Jujur, aku belum mengerti cara kerja travel, cara naik pesawat, dll. Hanya bermodalkan nanya-nanya, browsing di internet, dan nekat(hehehe).

Pertama, aku naik travel dari Pasar Modern Bintaro ke Bandara Soekarno Hatta Terminal 1A. Sampainya aku dibandara, skill nanya-nanya pun digunakan (biar gak kesasar).

Seingetku, pertama check-in, trus boarding, dan berangkat deh cuussss. Sekedar info, ini adalah perjalanan pertamaku naik pesawat.

Tahukah kamu ? Terdapat hal-hal menakjubkan yang kusadari saat penerbangan pertamaku.

Ketika dibandara, aku melihat banyak pesawat-pesawat besar yang memang menjadi bukti dari disiplin ilmu. Ketika terbang di atas awan, kau akan takjub akan kuasa Allah yang telah menciptakan semua ini. Ketika kau sedang di pesawat dan melihat orang-orang di bawahmu, mereka sangatlah terlihat kecil. Disaat itulah hendaknya kita jangan merasa besar (sombong).

Sampailah diriku di Surabaya. Qadarullah ayahku yang sering kerja ke luar kota. Beliau bisa transit dulu ke Surabaya untuk menemuiku dan mengantarku ke tempat penginapan (gudang tempat barang-barang kantor). Di sana aku diperkenalkan dengan banyak teman kerja ayahku.

Walaupun memang tempatnya gudang dan tidak terlalu megah (tidurnya seadanya), aku jadi sadar betapa besar usaha ayahku dalam mencari nafkah ke luar kota demi keluarga. Di sisi lain, ayahku tidak bisa berlama-lama di Surabaya (hanya 1 malam aja bersamaku) karena besoknya beliau harus pergi lagi meneruskan pekerjaan.

Pada saat itulah suasana mandiri dimulai (itung-itung belajar ngekos hehehe). Setiap makan pasti beli keluar. Aku mencoba berbagai makanan. Akan tetapi, satu hal yang mesti kamu tahu. Kita juga harus hemat ya.

Saatnya technical meeting pun tiba. Untuk yang belum tahu, technical meeting yaitu penjelasan tentang mekanisme perlombaan secara langsung. Jadi, kita bisa nanya-nanya biar semuanya clear dan tidak ada kesalahpahaman. Jarak antara penginapan dan Unair kira2 membutuhkan waktu 30 menit. Aku pakai jasa ojek online (karena takut merepotkan teman ayahku).

Hal yang membuatku kaget yaitu, ternyata dirikulah yang paling berbeda. Kenapa ? karena hanya aku yang lomba sendirian (yang lain pakai tim) dan aku dari tangerang selatan (kebanyakan dari daerah Surabaya). Sebagai perjuangan, kita jangan takut hanya karena hal tersebut.

Singkat cerita informasi dan pertanyaan sudah tercerahkan. Kemudian, penentuan nomor urut. Ketika disitulah ternyata aku mendapat nomor urut 2. Jika memang kita sudah siap, harusnya hal tersebut bukanlah masalah.

Kita para peserta mendapat waktu 1 hari 2 malam untuk membuat web dengan desain, informasi, dll yang bagus dan mantul (mantap betul) hehehe. Sebenarnya waktu yang diberikan untuk membuat sebuah website yang bagus itu kurang (walaupun statis).

Demi memanfaatkan waktu dengan baik, aku terus-terusan di depan laptop mengerjakannya. Di samping itu, pola makan dan tidurku menjadi kurang teratur (jangan ditiru ya). Bahkan, walaupun sudah begitupun aku masih kesulitan.

Hasil website pun sudah aku kumpulkan melalui email. Hari H yang menegangkan pun tiba. Ada yang terlupakan dariku. Aku belum selesai membuat presentasiku. Disaat itulah aku keluar dari kursi tempat peserta menuju belakang untuk menyelesaikan presentasinya. Aku membuatnya sederhana saja dan langsung to the point.

Sempat diriku diperingatkan, tetapi tetap aku lanjutkan. Aku sedikit down ketika mendengar bahwa aku mendapatkan poin pengurangan karena telat membuat presentasi. Menurutku, telat yang aku lakukan itu kesalahan yang wajar karena aku sendirian tanpa tim. Jadi semuanya aku yang mengerjakan.

Ketika itu, aku duduk sendirian. Tidak ada yang menemaniku. Para competitor ku ada yang membawa pembimbing dan teman timnya.

Giliran diriku pun tiba. Aku pun presentasi. Para dosen yang menjadi juri. Aku sudah pasrah akan hasilnya. Jadi aku mencoba enjoy pada saat itu. Alhamdulillah semua terhibur dengan presentasiku karena aku menggunakan beberapa joke. Walaupun itu, pernyampaian inti materi pun tetap tersampaikan dan beberapa pertanyaan juri berhasil aku jawab.

Di sisi lain, aku berbeda dari yang lain, aku menggunakan sistem operasi linux yang memang jarang dipakai orang Indonesia dibandingkan Windows.

Yang tadinya aku duduk sendiran, tiba-tiba ada 2 orang yang menghampiriku. Aku berkenalan dengan mereka dan akhirnya menjadi teman baruku.

Saat yang ditunggu-tunggu sudah di depan mata. Pengumuman pemenang lomba.

Ternyata diriku mendapat juara 1 ! Alhamdulillah.

Sekilas aku menjadi pusat perhatian orang-orang di sana. Banyak orang yang menanggapiku. Alhamdulillah apresiasi dari mereka pun baik.

Semua yang aku dapatkan pasti semuanya karena karunia Allah ﷻ, doa orangtuaku, orang disekelilingku, dan teman-teman. Ucapan apresiasi pun juga saya dapatkan dari keluarga, sekolah, dll.

Jangan lupa bilang MasyaAllah ya karena aku ini tidak ada apa-apanya dan hal tersebut tidak akan terjadi karena kuasa Allah ﷻ

Pada malamnya, aku susah tidur. Dadaku sakit. Mulutpun terasa nyeri. Ternyata aku sakit. Sekitar jam 12 malam, aku pergi berobat dengan teman ayahku. Ternyata aku kena asam lambung dikarenakan makan dan tidur yang kurang teratur. Jujur sih emang waktu itu aku baru tidur kurang lebih 2,5 jam.

Itulah perjuanganku tentang lomba di Surabaya. Btw aku pulang ke Tangerang Selatan dengan kereta yang jauh lebih murah tetapi memesan dari jauh hari.

Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi semuanya. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa.

Iman, Adab, Ilmu, dan Amal

One Comment

  • Malique

    Masya Allah … Tabarokallahu fiik ya Sholih. Beberapa sahabat dan beberapa adik ane ada di Surabaya sebenarnya, baik di ITS or Unair. Dan insya Allah mereka akan dg senang hati membantu jika antum perlukan Sholih. Sempat khawatir saat mengetahui antum berangkat sendiri ke sana, tapi selalu yakin Allah SWT akan menjaga adik ane yg Sholih ini selalu. Sehingga ditepiskanlah kekhawatiran tsb.

    Afwan jk blm optimal mendampingi dan membantu antum ya de … Semoga Allah SWT senantiasa mengikatkan hati kita dalam cinta kepada Nya hingga ianya berbuah surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *